Perkuat Kemandirian Pangan, DP2KBP3A Boyolali Latih 150 Keluarga Risiko Stunting

Nature  

Boyolali — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP2KBP3A) Kabupaten Boyolali menyelenggarakan Pelatihan Intervensi Sensitif Kemandirian Pangan untuk Keluarga Risiko Stunting pada 11–17 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 150 keluarga risiko stunting yang merupakan penerima bantuan intervensi sensitif kemandirian pangan dari Pemerintah Kabupaten Boyolali.

Pelatihan dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Aula DP2KBP3A Boyolali, Aula Kecamatan Karanggede, dan Aula Kecamatan Klego. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung penurunan angka stunting melalui penguatan ketahanan dan kemandirian pangan di tingkat keluarga.

Peserta pelatihan merupakan keluarga risiko stunting yang telah menerima bantuan berupa ayam beserta kandang, lele beserta kolam, benih sayuran beserta bedengan, serta tanaman azola beserta kolam. Bantuan tersebut dirancang untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi sekaligus menjadi sumber ekonomi keluarga jika dikelola secara berkelanjutan.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Boyolali, dr. Ratri S Survivalina, MPA, menyampaikan bahwa pelatihan ini penting untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penerima. Menurutnya, tanpa pengetahuan dan keterampilan yang memadai, bantuan berpotensi tidak berkembang. “Pelatihan ini penting agar apa yang diberikan pemerintah Kabupaten Boyolali bisa dikembangkan untuk kemandirian pangan keluarga,” kata dr. Ratri.

Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam lima kelompok berdasarkan asal kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Boyolali. Pembagian kelompok ini bertujuan untuk mempermudah pendampingan dan diskusi selama pelatihan berlangsung.

Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber yang berasal dari praktisi profesional sesuai bidang masing-masing. Untuk budidaya ayam skala rumah tangga, materi disampaikan oleh Danang dari Rumah Mikroba Positif. Ia memaparkan teknik pemeliharaan ayam yang efisien, pemanfaatan pakan alternatif, serta pengelolaan kandang yang sehat dan ramah lingkungan.

Sementara itu, materi budidaya lele untuk rumah tangga disampaikan oleh Putut dari MPU Lele dan Lupi dari Omah Lele. Keduanya menjelaskan tahapan budidaya lele mulai dari persiapan kolam, penebaran benih, manajemen pakan, hingga panen. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pengendalian penyakit dan pengelolaan kualitas air kolam.

Untuk budidaya sayuran dan tanaman azola, materi disampaikan oleh penyuluh pertanian. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan penjelasan mengenai teknik penanaman sayuran pada bedengan, perawatan tanaman, serta pemanfaatan azola sebagai pakan alternatif yang bernilai gizi bagi ayam dan lele.

Selain materi teknis, pelatihan juga diisi dengan motivasi kepada peserta agar memiliki semangat untuk mengembangkan usaha pangan keluarga secara mandiri. Danang menekankan pentingnya memiliki target dan visi jangka panjang dalam mengelola bantuan yang diterima. “Pokoknya, dari lima ayam yang Anda dapatkan, targetkan bisa kaya, merdeka, dan bisa berangkat umroh,” ujarnya di hadapan peserta.

Melalui pelatihan ini, DP2KBP3A Kabupaten Boyolali berharap keluarga risiko stunting memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk mengelola bantuan secara produktif. Dengan demikian, program intervensi sensitif kemandirian pangan diharapkan tidak hanya mendukung pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi keluarga di Kabupaten Boyolali. (K3)

Berita Terkait