DP2KBP3A Boyolali dan PKL S3 Kedokteran UNS Paparkan Hasil Validasi Data Tim Pendamping Keluarga

Nature  

Boyolali — DP2KBP3A Boyolali bersama mahasiswa PKL S3 program Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan pemaparan hasil validasi data Tim Pendamping Keluarga (TPK). Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat DP2KBP3A Boyolali merupakan hasil kerja sama antara DP2KBP3A Boyolali dengan mahasiswa Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) S3 Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan integritas data TPK sebagai bagian dari upaya penguatan intervensi pembangunan keluarga di Kabupaten Boyolali.

Paparan ini merupakan tindak lanjut dari program PKL yang telah dilakukan oleh mahasiswa S3 Program Kedokteran UNS selama 2 bulan terakhir. Kegiatan ini, dilakukan dengan verifikasi lapangan, analisis digitalisasi data, serta penyusunan rekomendasi strategis guna perbaikan sistem pelaporan dan pelaksanaan program pembangunan keluarga.

Kepala DP2KBP3A Boyolali, dr. Ratri S. Survivalina, MPA, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program PKL ini. "Kami sangat mengapresiasi program PKL ini. Selanjutnya, akan dilakukan tindak lanjut berupa feedback untuk memperkuat hasil yang telah dicapai," ungkapnya dalam sambutanya pada Selasa (08/7/2025).

Dalam paparannya, tim PKL menyampaikan lima rekomendasi utama yang disusun untuk memperkuat sistem validasi data TPK. Pertama, Menyusun dan menetapkan SOP di tingkat nasional yang jelas dan operasional untuk digunakan secara seragam oleh semua sektor yang terlibat. 

Kedua, Melakukan integrasi sistem digital antar sektor untuk menghindari duplikasi data dan meningkatkan efisiensi pelaporan. Ketiga, Mengadakan pelatihan teknis rutin secara berkala untuk meningkatkan kompetensi operator sistem dan kader, khususnya dalam penggunaan teknologi digital. 

Keempat, Meningkatkan komunikasi interpersonal dan edukasi yang efektif guna mengurangi stigma sosial terhadap isu stunting dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat. Kelima, Melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pengumpulan dan validasi data untuk meningkatkan akurasi dan kepercayaan publik.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi yang sinergis antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi dalam memperbaiki kualitas data dan pelayanan publik, khususnya dalam konteks pembangunan keluarga dan pengentasan stunting di tingkat kabupaten. (Ifur)

Berita Terkait