Orientasi TPK Boyolali Perkuat Peran 2.454 Kader dalam Penurunan Stunting

Nature  

Boyolali—Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KBP3A) menyelenggarakan kegiatan Orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) Boyolali pada 24–28 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 2.454 kader TPK yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Boyolali.

Orientasi TPK dilaksanakan dengan metode kombinasi luring dan daring guna menjangkau seluruh kader secara efektif. Sebanyak 594 kader mengikuti kegiatan secara tatap muka yang dipusatkan di Aula DP2KBP3A Boyolali, serta di lokasi pendukung di aula Kecamatan Klego dan aula Kecamatan Cepogo. Sementara itu, peserta lainnya mengikuti orientasi secara daring melalui platform Zoom Meeting.

Kegiatan orientasi ini bertujuan untuk mensosialisasikan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Tim Pendamping Keluarga tahun 2026, sekaligus menjadi forum evaluasi pelaksanaan program dan kinerja TPK selama tahun 2025. Dalam orientasi tersebut, para kader mendapatkan penguatan terkait peran strategis TPK dalam pendampingan keluarga sasaran, pencegahan stunting sejak dini, serta koordinasi lintas sektor di tingkat desa.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi dan review pelaksanaan pendampingan keluarga selama tahun 2025. Evaluasi ini menjadi dasar perbaikan dan penyusunan strategi kerja TPK ke depan agar lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Boyolali.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Boyolali, dr. Ratri S. Survivalina, MPA, dalam sambutannya menegaskan pentingnya soliditas dan sinergi seluruh kader TPK. Ia menyampaikan bahwa TPK merupakan garda terdepan dalam mendampingi keluarga berisiko stunting di lapangan.

“Melalui orientasi ini, kami harap TPK semakin solid, semakin maju dalam menurunkan angka stunting di Boyolali,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program penurunan stunting tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh peran aktif kader TPK dalam melakukan pendampinga serta edukasi kepada sasaran.

Dengan terselenggaranya orientasi ini, DP2KBP3A Boyolali berharap seluruh kader TPK memiliki pemahaman yang sama mengenai arah kebijakan dan strategi penanganan stunting tahun 2026, serta mampu meningkatkan kinerja pendampingan keluarga di wilayah masing-masing. Pemerintah Kabupaten Boyolali berkomitmen untuk terus mendukung penguatan kapasitas kader TPK sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (K3)

Berita Terkait