DP2KBP3A BOYOLALI ADAKAN PENINGKATAN KAPASITAS PENURUNAN STUNTING KEPADA MASYARAKAT

Nature  

Boyolali - DP2KBP3A Kab. Boyolali mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas pelaksanaan program penurunan stunting kepada masyarakat di Kabupaten Boyolali. Acara ini dilaksanakan di Aula IBI Kab. Boyolali pada Senin, 7 November 2022. Sebanyak 125 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari 22 kecamatan yang terdiri dari unsur Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan kader BKB.

Kepala DP2KBP3A Boyolali, Ratri S. Survivalina menyampaikan, saat ini masih ada beberapa PR terkait penurunan stunting di Kabupaten Boyolali. Salah satunya adalah pengukuran.

"Pengukuran itu penting, apalagi tinggi bayi. Jika pengukurannya sama, maka datanya sama sehingga data terkait stunting di Boyolali akurat" jelas kepala DP2KBP3A Boyolali dalam sambutan.

Pertumbuhan anak yang tidak optimal juga terkait dengan pola makan. Jenis makanan yang dikonsumsi harus berkualitas sehingga kualitas makanan yang dikonsumsi perlu ditingkatkan.

Balita yang stunting mengalami devisiensi zink, sehingga sering buang air besar. Zink ini berfungsi untuk memperkuat usus sehingga pencernaan membaik. "Pertumbuhan berat badan membaik dengan penambahan zink" tambah Ratri S Lina. Saat ini, di Boyolali sudah ada bibit beras yang memiliki zink yang dinamakan beras zink.

Kepala DP2KBP3A berpesan agar data penemuan kasus stunting untuk segera dilaporkan. Semakin cepat data dilaporkan, semakin cepat bisa dilakukan intervensi penanganan kasus stunting.

Kegiatan ini diisi beberapa materi. Pertama, pengisian Kartu Kembang Anak (KKA). Materi ini disampaikan oleh kepala bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DP2KBP3A Boyolali, Joko Arif Isnandar.

Anak perlu diperhatikan dalam perkembanganya. Ada tujuh aspek perkembangan yang perlu diperhatikan yakni gerakan kasar, gerakan halus, komunikasi aktif, komunikasi pasif, kecerdasan, menolong diri sendiri dan tingkah laku sosial. "Perkembangan anak tiap tahap perlu diperhatikan dengan seksama agar pertumbuhan anak sesuai" ungkap Joko dalam pemaparannya.

Materi kedua adalah pentingnya 1000 HPK untuk Indonesia bebas stunting. Materi ini disampaikan oleh psikolog UNS, Rafika Nur Kusumawati. Ia menyampaikan, bahwa pengasuhan anak sebenarnya adalah pengasuhan oleh semua orang, tidak hanya keluarga. "Keluarga kalau terpapar lingkungan jelek, maka anak juga akan terpengaruh. Untuk itu, pengasuhan anak adalah pengasuhan semua orang" papar Rafika. (Ifur)

Berita Terkait