INGIN ANAK TUMBUH KEMBANG OPTIMAL? PERHATIKAN 1.000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN

Nature  

Boyolali – Dalam acara Internalisasi Pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) melalui Kelas Orang Tua Hebat  yang diselenggarakan di Omah Brem Venue Boyolali pada Selasa (15/07/2025), dr. Tressa Bayu Bramantyo, Sp.A, M.Biomed, menekankan pentingnya asupan nutrisi dan stimulasi yang tepat selama 1.000 HPK. Hal ini bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Acara yang diselenggarakan oleh DP2KBP3A Boyolali dan perwakilan Kementrian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendugbangga) Jawa Tengah ini dihadiri oleh perwakilan guru atau pengasuh PAUD, kader Bina Keluarga Balita (BKB), Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) serta Penyuluh Keluarkan Berencana di Kabupaten Boyolali. 

Seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Periode ini disebut sebagai  masa emas karena perkembangan otak dan fisik anak terjadi sangat pesat. Masa emas ini tidak akan terulang. "Gangguan gizi pada masa ini dapat berdampak permanen dan berjangka panjang, sulit diperbaiki setelah anak berusia 2 tahun," jelas dokter yang kerap disapa dr. Bayu.

dr. Bayu menegaskan bahwa Air Susu Ibu (ASI) adalah fondasi utama serta sumber nutrisi terbaik untuk bayi. "ASI mengandung komponen lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang mudah dicerna dan diserap oleh bayi. Inisiasi menyusu dini setelah lahir dan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan sangat penting," ujarnya.  

Setelah 6 bulan, bayi membutuhkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. "MPASI harus diberikan tepat waktu, adekuat secara kualitas dan kuantitas, aman, serta higienis. Responsive feeding juga penting untuk membangun interaksi positif antara anak dan pengasuh," tambah dr. Bayu  

Senada dengan hal tersebut, kepala DP2KBP3A Boyolali juga menekankan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan. "Biasanya yang kami undang kegiatan itu ibu-ibu, sekarang kami libatkan ayah karena ayah juga berperan penting dalam tumbuh kembang anak guna mencapai Indonesia emas 2045" ungkap dr. Lina dalam sambutanya.

Ayah juga memiliki peran penting dalam memastikan nutrisi anak terpenuhi. Peran aktif ayah dan pengasuh juga sangat diperlukan untuk tumbuh kembang optimal anak. Dukungan ayah dalam menyiapkan makanan, memantau pertumbuhan, dan memberikan stimulasi dapat memperkuat ikatan psikologis anak dengan orang tua sekaligus mendukung perkembangan anak.

Selain itu, memantau pertumbuhan melalui kurva pertumbuhan merupakan sarana penting untuk menilai status gizi anak. Dengan memantau berat badan dan tinggi badan secara berkala, orang tua dapat mengidentifikasi masalah gizi sedini mungkin. (Ifur)

Berita Terkait