BOYOLALI – Kasus Stunting saat ini menjadi agenda Pembangunan Nasional. Kasus Stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan anak melainkan juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal. Sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan berbagai gangguan seperti mental anak serta semangat belajar yang di bawah rata-rata yang berakibat turunnya prestasi anak di sekolah.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting; dan Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Stunting Indonesia tahun 2021-2024, perlu dilaksanakan kegiatan Audit Kasus Stunting dalam rangka menggali serta mencari penyebab terjadinya Kasus Stunting sebagai upaya penurunan jumlah Kasus Stunting di Kabupaten Boyolali. Hal tersebut yang mendasari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Boyolali untuk terus melakukan berbagai upaya guna mempercepat penurunan Kasus Stunting di Kabupaten Boyolali.
Berdasarkan Satu Data Stunting Kabupaten Boyolali, dalam peta irisan stunted wasting per bulan Januari 2024 jumlah balita yang masuk kategori sebanyak 477 anak dengan kelompok umur 0-5 bulan berjumlah 2 anak, 6-11 bulan sebanyak 17 anak, 12-23 bulan sebanyak 199 anak, 24-35 bulan sebanyak 113 anak, 36-47 bulan sebanyak 111 anak, dan 48-59 bulan sebanyak 99 anak.
Audit Kasus Stunting tahun 2024 mempunyai empat sasaran yang antara lain calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca lahir, baduta dan balita. Audit Kasus Stunting sasaran ibu hamil di Kabupaten Boyolali dilaksanakan secara mandiri oleh POGI Cabang Boyolali dengan pemeriksaan secara berkala kepada peserta yang beresiko Stunting. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Puskesmas Kemusu oleh tim Audit Kasus Stunting yang terdiri dari tim pakar kesehatan antara lain dokter spesialis kandungan, ahli gizi, ahli kesehatan lingkungan termasuk psikolog pada hari Selasa, 13 Februari 2024 dengan sasaran ibu hamil trimester 1. Jumlah peserta Audit Kasus Stunting sebanyak 20 orang yang berasal dari beberapa desa di Kecamatan Kemusu. Bidan melakukan screening atau pemeriksa an awal seperti tinggi badan, berat badan, lila, tekanan darah tinggi, fundus uteri kepada sasaran.
Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan oleh dokter Hardika, SpOG dengan menggunakan USG. Hasil dari pemeriksaan oleh dokter Hardika beberapa peserta terindikasi beresiko kekurangan energi kronis (KEK), tensi tinggi, miom, komplikasi ke jantung, obesitas, dan riwayat stress. Dokter Hardika merekomendasikan kepada peserta yang berisiko Stunting untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.
Melalui kegiatan Audit Kasus Stunting ini diharapkan sasaran berisiko Stunting dapat terindentifikasi dan dilaksanakan penanganan kehamilan sesuai faktor risiko. Sehingga risiko sasaran tersebut jatuh kekondisi Stunting dapat dicegah atau antisipasi seawal mungkin.
Berita Terkait
Kegiatan - 18 Jul 2025
GENRE BOYOLALI SAMBANGI MPLS RAMAH SD NEGERI DRAJITAN
Kegiatan - 31 May 2024
VERIFIKASI DAN VALIDASI DATA KELUARGA BERESIKO STUNTINGÂ 2024
Kegiatan - 16 Apr 2024
HALAL BI HALAL DP2KBP3A KABUPATEN BOYOLALI
Kegiatan - 12 Feb 2024
AUDIT KASUS STUNTING SASARAN BUMIL OLEH POGI BOYOLALI DI PUSKESMAS NOGOSARI
Kegiatan - 02 Feb 2024
AUDIT KASUS STUNTING SASARAN BUMIL OLEH POGI BOYOLALI DI PUSKESMAS TERAS
Kegiatan - 01 Feb 2024
AUDIT KASUS STUNTING SASARAN BUMIL OLEH POGI BOYOLALI DI PUSKESMAS WONOSAMODRO
Kegiatan - 31 Jul 2023
PPPA BEKERJASAMA DENGAN PERPUSTAKAAN DAERAH BOYOLALI DALAM PENGOPTIMALAN DAN STANDARISASI PROGRAM PISA
Kegiatan - 31 Jul 2023
Penerjunan Mahasiswa KKN S1 Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Dengan tema "Membangun Kesehatan Desa di Kabupaten Boyolali" yang diselenggarakan di Aula DP2KBP3A Boyolali.
Kegiatan - 25 Jul 2023
PENDISTRIBUSIAN ALOKON (ALAT, DAN OBAT KONTRASEPSI)
Kegiatan - 11 May 2023
Boyolali Menjadi Pilot Project Nasional Implementasi Aplikasi STOKKU Faskes