Berita kami

Pentingnya Ketahanan Remaja Selama Pandemi : KKN UNS Desa Kiringan, GenRe Boyolali, dan GenRe Jateng Adakan Webinar “Lingkar Keluarga Kita”

05 September 2021 PPPA

BOYOLALI, (05/09) Dalam rangka merayakan Hari Remaja Internasional yang jatuh setiap tanggal12 Agustus, KKN UNS Desa Kiringan bersama Forum Generasi Berencana Boyolali (GenRe) dan juga Forum GenRe Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Webinar “Lingkar Keluarga Kita” pada Jumat, (13/09/2021). Acara yang berlangsung secara virtual ini dihadiri langsung oleh Bupati Boyolali yang diwakili Asisten III Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali (Ibu Dra.Wiwis Trisiwi Handayani,M.M).

“Kegiatan ini merupakan sebuah momentum kita bersama bahwa Ketahanan Keluarga dan Perkembangan Remaja saling berkaitan terutama selama pandemi COVID-19, Anak dan Remaja merupakan aset bangsa yang harus kita jaga bersama”, ujar Asisten III Sekda Boyolali (Wiwis Trisiwi).

Webinar “Lingkar Keluarga Kita” mengangkat tema Optimasi Ketahanan Remaja dalam menjaga produktivitas selama pandemi COVID-19. Acara ini diikuti oleh 720 peserta secara virtual dan peserta terjauh berasal dari Provinsi Banten. Terdapat 4 Topik Utama yang dibahas selama pelaksanaan webinar dengan menghadirkan 4 Narasumber, yakni Kak M.Luk-Luk Atsmara Anjaina (Ketua GenRe Jawa Tengah), kemudian Ibu Wulan R Nastiti (Bunda Gen-Z Boyolali), selanjutnya Ibu Dinuk Prabandini,S.H (selaku pembina Forum Anak Boyolali) dan juga Kak Dhefriyan Hassan Maulana (selaku Ketua Forum Anak Boyolali).

Asisten III Sekretaris Daerah Boyolali juga menyampaikan “pembangunan berbasis keluarga dalam membentuk mental anak mengambil peran penting, angka dispensasi perkawinan selama pandemi meroket dan kekerasan terhadap perempuan dan anak juga mengalami kenaikan”, menambahkan juga “pembangunan infrastruktur saat ini sudah sangat masif dan fasilitas sangat memadai, namun juga harus diiringi dengan pembangunan mental terhadap SDM yang ada terutama anak dan remaja karena mereka harus diikutkan dalam perencanaan hingga action pembangunan nasional”.

Selama pemaparan juga disampaikan bahwa pergeseran budaya dan treatment orang tua terhadap anak juga mengalami pergeseran, pola mendidik anak menggunakan cara konvensional perintah laksanakan sudah tidak mempan lagi. Saat ini anak butuh pendekatan yang lebih humanis, ujar Bunda Gen-Z.

Selama Pandemi angka kekerasan terhadap anak mengalami peningkatan karena terbatasnya mobilitas, anak memanfaatkan waktu luang selama belajar justru dengan keluar rumah. Dan dalam kondisi kritis dan rawan ini membuka ruang terjadinya kejahatan-kejahatan. Yang akhirnya terjadi KTD (kehamilan tidak diinginkan) dan berujung pada perkawinan anak, ujar Ibu Dinuk Prabandini.

Salah satu faktor terdekat disampaikan juga bahwa edukasi sebaya itu penting, dimasa seperti ini sudah bisa dinilai bahwa selektif dalam memilih pergaulan itu penting. Mengingat tidak ada batasan pengawasan lagi dari sekolah dan orang tua fokus mengatasi gejolak ekonomi selama pandemi COVID-19, ujar M.Luk-Luk.

Webinar “Lingkar Keluarga” juga mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk Guru, Orang Tua, dan Pemerintah untuk aktif sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah. Harapannya pembangunan juga dilakukan melalui sekolah dengan program “Sekolah Ramah Anak” dan tentunya pembangunan berbasis gender sehingga terwujud keluarga yang harmonis dan BERENCANA.

BAGIKAN ARTIKEL INI