Berita kami

Gerak Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak : “DP2KBP3A Laksanakan Rakor Pencegahan KtPA dan TPPO Tingkat Kabupaten Boyolali”

21 September 2021 PPPA

BOYOLALI, DP2KBP3A (15/09/2021) Sebagai upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan, anak (KtPa) dan perdagangan orang (TPPO), DP2KBP3A melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Boyolali melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Kerjasama Lintas Sektor KtPA dan TPPO Tingkat Kabupaten Boyolali Tahun 2021.

Kegiatan ini merupakan rakor ketiga yang dilaksanakan pada tahun 2021, dimana peserta Rakor KtPA dan TPPO mengundang beragam unsur mulai dari OPD hingga Lintas Sektoral dan LSM. Pada kesempatan ini diundang perwakilan dari LKSA yang ada di Boyolali seperti Darul Hadlonah 1-2, LKSA Aisyah 1-4, LKSA Anugerah, LKSA RPA, LKSA Filadelfia hingga perwakilan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Selama kegiatan rakor berlangsung, narasumber dari Divisi Pendampingan Hukum PPA Yayasan Gunungan (ibu Pujiana,S,H) menyampaikan bahwa peran penting dan sinergitas antar unsur pemerintahan hingga masyarakat begitu diperlukan untuk mewujudkan suatu sistem yang kedepannya bisa terintegrasi. Masyarakat terlebih untuk pelaporan kasus kekerasan perlu diberikan edukasi agar timbul kepekaan bahwa masyarakat (anak, remaja dan perempuan) menjadi penting untuk mendapatkan perlindungan.  Ujar Pujiana.

Sedangkan Rakor ini merupakan upaya bersama, termasuk selaras dengan apa yang disampaikan Narasumber untuk setidaknya memberikan ruang bagi anak dan remaja serta perempuan mendapatkan pos pos perlindungan yang memadai. Dan dijauhkan dari peristiwa-peristiwa yang merugikan pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak serta perempuan. Ujar Kepala DP2KBP3A (dr.Ratri S Survivalina,MPA).

Termasuk juga dengan menghindarkan bentuk-bentuk kekerasan terkecil terhadap anak, misalnya dengan membentak, parenting yangs sifatnya keras (namun juga dipahami maksud dari keras bukan dalam konteks seperti Pendidikan militer yang memang dengan tujuan membentuk nilai-nilai mental yang kuat). Pendapat dari Perwakilan FKUB Ketika kegiatan berlangsung.

BAGIKAN ARTIKEL INI